"Komunitas Penggiat Sejarah Perjuangan Bangsa dan Sahabat Para pejuang Indonesia"

" Selamat Datang di Website Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI)"

KCPI : Mohon Aktifkan Kembali Mata Pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) !


"KCPI berharap kepada pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia agar mengkaji ulang dan bersedia mengembalikan mata Pelajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) dan Mata Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Dengan mengaktifkan kembali kedua mata pelajaran tersebut kami berharap semoga para generasi muda khususnya para pelajar mulai tingkat dasar dan menengah  (SD/SMP/SMA) dapat selalu ingat dengan sejarah, menghargai dan meneruskan kembali jiwa dan semangat perjuangan para pendiri bangsa"

Heri Eriyadi Safitri, S.Kom, MG, C.STMI
(Founder KCPI)

 

Share:

PROPOSAL KEGIATAN EDUKASI PERJUANGAN BANGSA INDONESIA TAHUN 2022



Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

Atas berkat rahmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. pada tanggal 25 November 2011 telah hadir satu organisasi yang berdiri atas dasar kepedulian terhadap Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia, yaitu Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI). sebagai wadah dan alat perjuangan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

Komunitas ini adalah Komunitas Penggiat Sejarah Perjuangan Bangsa dan Sahabat Para Pejuang Indonesia yang pada tahun 2022 ini telah memasuki usia ke 11.

Nilai Perjuangan suatu Bangsa, apalagi Bangsa yang besar seperti Indonesia, bukanlah suatu hal yang mudah dan sederhana. apalagi tujuan akhirnya adalah mempertahankan dan menanamkan rasa cinta tanah air, Sehingga sudah pasti semua itu akan membutuhkan loyalitas yang tinggi bagi yang melaksanakan dan dukungan yang cukup dalam hal pembiayaan.

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, sejak tahun 2011 Para donatur KCPI yang kami hormati selalu bersedia membantu berbagai program yang dilaksanakan oleh KCPI. maka untuk Tahun 2022 ini, kami programkan kembali kegiatan yang akan kami laksanakan sebagai upaya meneruskan Nilai-nilai Luhur Perjuangan Bangsa yang akan kami uraikan secara lengkap melalui Proposal berikut ini. 
---> KLIK DISINI <---

Sebagai ungkapan rasa terima kasih kami kepada para Donatur, maka dalam setiap bantuan yang kami terima secara pribadi maupun Lembaga/Perusahaaan akan kami cantumkan logo Lembaga/Perusahaan nya pada setiap kegiatan dan kami informasikan ke media Sosial KCPI. Demikian yang dapat kami sampaikan Semoga Allah SWT selalu meridhoi dan memudahkan jalan bagi kita semua, amiin.

Sekali Merdeka Tetap Merdeka !

Pengurus Pusat
Komunitas Cinta pejuang Indonesia (KCPI)

HERI ERIYADI SAFITRI, S.KOM, MG. C.STMI
(Founder)
Share:

Penghargaan Ke 6 Untuk Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI)


Penghargaan Ke 6 Untuk Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI)

 

Share:

LETJEN TNI (PURN) KUNTARA

 


LETJEN TNI (PURN) KUNTARA
(Mantan Danjen Koppasus / Duta Besar RI untuk China )

Letnan Jenderal TNI (Purn) Kuntara meninggal dunia di usia 82 th. Beliau menorehkan prestasi gemilang selama masa baktinya di TNI. Sejumlah posisi penting dijabatnya, salah satunya adalah DANJEN KOPASSUS. Berikut profil singkatnya:

Letjen TNI (Purn) Kuntara meninggal dunia pukul 06.10 WIB, Sabtu (21/8/2021) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Penerangan Kopassus menyatakan penyebab meninggalnya karena sakit.

Beliau disemayamkan di Gedung Balai Komando Cijantung. Alamat duka di Jalan Haji Hasan Gang Pembina, Cijantung, Jakarta Timur. Dan di makamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Utama Kalibata, Jakarta Selatan. 

Kuntara adalah salah satu jenderal di TNI yang berlatar belakang Tionghoa. Dia terlahir dari orangtua keturunan Tionghoa pada 1939. Kariernya dimulai saat menempuh pendidikan di Akademi Militer pada 1963.

Kuntara seangkatan dengan mantan KSAD Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar, mantan Gubernur Jatim Mayjen TNI Basofi Sudirman, dan mantan Pangdam IX Udayana Letjen TNI Sintong Panjaitan.

Beliau menjabat sebagai Wakil Danjen Kopassus pada 1983-1987, lalu pada 1988-1992 naik pangkat menjadi Danjen Kopassus. Selanjutnya pada 1992 hingga 1994 Kuntara menjabat Pangkostrad.

Setelah pensiun dari militer, Kuntara dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk China 1997-2001. Beliau sangat fasih berbahasa Mandarin.

Kuntara pernah ikut dalam Operasi Woyla untuk membebaskan sandera dalam pesawat Garuda DC-9 “Woyla” bernomor penerbangan 206, dengan rute Jakarta-Medan. Pesawat tersebut dibajak lima anggota radikal “Komando Jihad” pada 28 Maret 1981. 

Singkat cerita, pada 31 Maret 1981 atau tepat 40 tahun silam, sinyal hijau diberikan untuk menjalankan operasi pada hari keempat penyanderan. Grup-1 Para Komando (cikal bakal Detasemen-81 Gultor Kopassus) membuat tiga tim yang akan menerobos pintu samping dengan memanjat sayap pesawat, sementara satu tim lainnya lewat pintu belakang.

Dalam waktu singkat, tiga tim Kopassandha mendobrak pintu samping serta belakang. Merekka melumpuhkan para anggota Komando Jihad yang menyandera di dalam pesawat.

Aksi pasukan baret merah ini pun langsung mendapat pengakuan dunia internasional. Bahkan, Kopassandha (sekarang KOPASSUS) disejajarkan dengan pasukan elite dunia. 

Surat kabar The Asian Wall Street Journal, tak segan menyematkan keberhasilan “Operasi Woyla”, 31 Maret 1981 di headline mereka.

Selamat Jalan Jenderal!


Share:

Komunitas Cinta Pejuang Indonmesia (KCPI)

Tentang kami

Selamat datang di Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) Salam KCPI... Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) mulai ada sejak ta...

Profil KCPI

Profil Founder KCPI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PENDAFTARAN ANGGOTA
Klik Gambar untuk melanjutkan

Video Profil KCPI

Postingan Populer