"Komunitas Penggiat Sejarah Perjuangan Bangsa dan Sahabat Para pejuang Indonesia"

" Selamat Datang di Website Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI)"

Tampilkan postingan dengan label INFO KCPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO KCPI. Tampilkan semua postingan

Mengenal Bintang Kejora, Bendera Ciptaan Penjajah Belanda untuk Memecah Belah Indonesia


Mengenal Bintang Kejora, Bendera Ciptaan Penjajah Belanda untuk Memecah Belah Indonesia

Pada masa pendudukan Belanda bendera ini merupakan bendera klub sepak bola Belanda di Port Numbay sekarang Jayapura.

Bendera Bintang Kejora (BK) digunakan untuk wilayah Nugini Belanda dan dipakai dari 1 Desember 1961 hingga 1 Oktober 1962 ketika wilayah ini berada di bawah pemerintahan Otoritas Eksekutif Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNTEA).

Bendera Nugini Belanda adalah kombinasi warna Merah Putih Biru ditambah Bintang menyadur dari Warna Bendera Kerajaan Belanda. Kini, bendera ini biasanya digunakan oleh pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Bendera ini terdiri dari sebuah pita vertikal merah di sepanjang sisi tiang, dengan bintang putih berujung lima di tengahnya. Pada masa pendudukan Belanda bendera ini merupakan bendera klub sepak bola Belanda di Port Numbay sekarang Jayapura.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) selalu mengklaim bahwa Bendera Bintang Kejora adalah simbol kultural Orang Papua tentunya ini adalah pendapat yang sangat keliru, kenapa demikian?
  1. Bila di sebut sebagai simbol kultural Papua berati Budaya Papua baru di mulai tahun 1961, ini sangat mengecilkan arti Budaya Papua dan pelecehan terhadap Budaya Papua itu sendiri.
  2. Seni Budaya Papua yang diekspresikan dalam seni lukis dan seni ukir dalam literatur Papua bagi semua suku di seluruh pulau Papua tidak mengenal warna merah dan biru. Masyarakat Budaya Papua hanya mengenal warna putih, hitam dan coklat. Baik dalam ornamen ukiran dan patung, lukisan di atas kanvas kulit kayu maupun coret-coretan ditubuh saat tradisi, upacara maupun saat perang.
  3. Simbol religius Papua bagi seluruh suku Papua tidak mengenal lambang Bintang sebagai simbol Ketuhanan. Dan simbol Bintang tidak pernah digunakan dalam literatur Papua di media apapun, baik ukiran, lukisan maupun coretan tubuh. Tapi simbol religius papua banyak menggunakan pohon, binatang dan manusia itu sendiri.
  4. Kultural Papua baik dalam upacara adat, keagamaan maupun dalam peperangan tidak mengenal adanya Bendera. Bahkan sebelum tahun 1961 sedikit sekali orang Papua mengenal kain apalagi mengenal Bendera. Bahkan hingga sekarang masyarakat Papua belum bisa menenun atau membuat selembar kain pun.
  5. Faktanya bahwa bendera Bintang Kejora "bukan" di rancang oleh orang Papua.


 

Share:

inilah dia "Sin Nio" , Prajurit Pejuang TNI yang “Dibuang” Karena keturunan Tionghoa

Kisah "Sin Nio" , Prajurit Pejuang TNI yang “Dibuang” Karena keturunan Tionghoa 

Perempuan Tionghoa ini adalah pejuang kemerdekaan Indonesia asal Wonosobo, Jawa Tengah. Beliau ikut bertempur melawan Belanda dan bergabung dalam Kompi 1 Batalion 4 Resimen 18, di bawah komando Sukarno (terakhir berpangkat Brigjend dan pernah menjadi Dubes RI untuk Aljazair).

Sin Nio adalah satu-satunya prajurit perempuan dalam kompi tersebut.
Semasa berjuang, Sin Nio pd awalnya hnya bermodalkan senjata sederhana berupa golok, bambu runcing & tombak Sampai akhirnya suatu ketika gadis pejuang tsb berhasil merampas senapan jenis LE dri pihak Belanda.

Dari bagian tempur, kemudian Sin Nio dipindahkan kebagian perawat atau palang merah, karena ada kekosongan juru rawat, padahal banyak sekali pejuang yang terluka dan butuh perawatan medis. Sin Nio berhasil melaksanakan semua tugas yang dipercayakan kepadanya dengan baik.

Setelah kemerdekaan dan kondisi negara mulai aman, srikandi ini memutuskan menikah dan akhirnya memiliki enam anak dari dua orang suami, yang keduanya berakhir dengan perceraian. 
Sebagai janda dengan enam anak, tentu hidup Sin Nio sangatlah berat

dan hal ini membulatkan tekad keberangkatan dirinya dari Wonosobo ke Jakarta. Keputusan ini juga diakibatkan oleh karena pejuang ini tak mendapatkan pensiun, yang semestinya adalah haknya sebagai pejuang kemerdekaan. Keberangkatan nya ke Jakarta untuk mengurus hak pensiunnya.

Saya menduga ini karena Sin Nio berasal dari etnis Tionghoa, sehingga pensiunnya dipersulit
1973, pejuang ini sampai di Jakarta dan menumpang tinggal selama sembilan bulan di Markas Besar Legiun Veteran Republik Indonesia di Jalan Gajah Mada.

Kemudian setelah itu beliau terpaksa hidup menggelandang di ibukota, satu pilihan menyedihkan bagi seorang pejuang bangsa, bayangkan perempuan pejuang berusia sekitar 60 tahun harus hidup menggelandang di kerasnya ibukota. Kehujanan kepanasan tanpa tempat tinggal yang jelas.

Perjuangan panjang akhirnya pada tanggal 29 Juli 1976, Sin Nio berhasil mendapatkan pengakuan sebagai pejuang yang turut aktif mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Surat Keputusan pengakuan The Sin Nio dikeluarkan oleh Mahkamah Militer Yogyakarta.

SK ini ditandatangani oleh Kapten CKH Soetikno SH dan Lettu CKH Drs.Soehardjo, juga sebagai saksi mata ditandatangani ooeh Mayor TNI-AD Kadri Sriyono (Kastaf Kodim 0734 Diponegoro dan Dr R.Brotoseno (dokter militer pada Resimen 18 Divisi III Diponegoro.

Tragisnya, SK tersebut tidak diiringi dengan hak pensiunnya. Sehingga Sin Nio tetap hidup sebagai gelandangan. Beliau hidup menggelandang di seputaran pintu air tak jauh dari mesjid Istiqlal Jakarta.

Uang pensiun sebesar Rp 28.000,- per bulan akhirnya dapat diperoleh beberapa tahun kemudian. Tapi uang sebesar itu tak mampu mencukupi kebutuhan lainnya, sehingga Sin Nio hanya bisa tinggal di gubuk tanah pinggiran rel kereta api milik PJKA.

The Sin Nio bersikeras tak mau plg lagi ke Wonosobo, bahkan dia tak prnh lupa utk tetap mengirimkan uang kepada anak cucunya di kampung halaman. “Saya tak mau merepotkan anak cucu saya, biarlah saya hidup sendiri di Jakarta, meski dlm tempat seperri ini!” . Jiwa pejuang sejati!

Pernah ada janji dari Menteri Perumahan, Cosmas Batubara, bahwa Sin Nio akan diberikan rumah di Perumnas. Tapi janji tinggallah janji.Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya.

The Sin Nio telah mempertaruhkan nyawanya diujung peluru demi tegaknya kemerdekaan Indonesia, tapi apa balasan yang didapatnya?
Tak diketahui, bagaimana kisah akhir kehidupan pejuang bangsa ini, apakah kemudian beliau menghilang begitu saja

atau dia menghindar dari kita bangsa Indonesia, dan berucap :

“Saya tidak mau merepotkan bangsa saya, biarlah saya hidup dan mati dalam kesendirian, karena hanya Tuhan yang mampu memeluk dan menghargai gelandangan seperti saya!”



 

Share:

Ketua DPR RI Puan Maharani Resmikan Monumen Soekarno Di Aljazair


kcpi.or.id, Sabtu, 18 Juli 2020

Ketua DPR RI Puan Maharani berharap keberadaan Monumen Soekarno di kota Aljir, ibu kota Aljazair, semakin mempererat hubungan RI dengan negara di kawasan Afrika ini. 

“Saya berharap Monumen Soekarno ini menjadi pengingat bagi kita semua atas kuatnya semangat dan persahabatan yang dimiliki Indonesia dengan Aljazair di sepanjang sejarah kedua negara kita,”ujar Cucu Soekarno ini.

Puan Maharani menyatakan hal itu dalam sambutan peresmian Monumen Soekarno yang didirikan di kota Aljir, Aljazair, Sabtu (18/07). Peresmian monumen Soekarno berlangsung pukul 10 pagi waktu setempat. 

Hadir di lokasi acara Menteri Luar Negeri Aljazair  Sabri Boukadoum, Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Gubernur Provinsi Aljir  Youcef Cherfa; Presiden Indonesia-Algeria Friendship Group of the Algerian Parliament Lakhdar Brahimi serta Perwakilan PT WIKA dan Pertamina yang membangun monumen tersebut.

Puan sendiri mewakili keluarga, menyampaikan sambutan secara daring dari kediaman dinas ketua DPR RI di Jakarta.  

“Mohon maaf saya tidak dapat hadir secara fisik di Aljazair karena adanya batasan perjalanan internasional akibat Pandemi Covid-19,”ungkap Puan yang memberikan sambutan dalam bahasa Inggris. 

Ia  berharap nantinya akan dapat datang ke Aljazair untuk menyaksikan sendiri Monumen Soekarno , simbol dari kuatnya persahabatan Indonesia dengan Aljazair.

Menurut Puan, sejarah RI-Aljazair tak bisa dilepaskan dari sosok Bung Karno yang sejak awal mendukung kemerdekaan Aljazair hingga negara di kawasan Maghribi itu merdeka pada tahun 1962. 

 “Pada tahun 1955 di Bandung, Presiden Soekarno mengundang delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan Aljazair untuk turut berpartisipasi dalam Konferensi Asia-Afrika. Saat itu Indonesia sebagai Negara baru berumur 10 tahun dan Aljazair masih memperjuangkan kemerdekaannya.” 

Sekarang, Indonesia menjadi negara terbesar di Asia Tenggara sedangkan Aljazair menjadi negara terbesar di Afrika. Puan berharap sejarah masa lalu itu bisa menjadi modal untuk menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi kedua negara kita, juga bagi dunia.

Simbol Soekarno Di Aljazair
Nama Soekarno sangat terkenal  di Aljazair karena dianggap sangat berjasa menyokong kemerdekaan negara tersebut. Seperti ditulis Historia,  selain turut mengundang (delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan) Aljazair, tahun 1956 pemerintah Indonesia membuka (kantor) perwakilan FNL (Front de Libération Nationale) di Jakarta (Jalan Serang, Menteng, Jakarta). 

Sayangnya menurut Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, belum ada simbol Soekarno di Aljazair.  Karenanya, pihak Kedubes RI menginisiasi pembangunan monument Soekarno sejak 2016. 

 “Saya menyampaikan terimakasih kepada Ibu Duta Besar Safira Machrusah dan seluruh staff-nya… atas kerja kerasnya dalam menginisiasi pembangunan Monumen Soekarno ini,”ungkap Puan. 

Tak lupa, Puan Maharani mengucapkan terima kasih secara kepada Pemerintah People’s Democratic Republic of Algeria dan pemerintah provinsi Aljir atas sambutan hangat dan bantuannya dalam pendirian Monumen Soekarno di negara Anda.

Monumen Soekarno  terdiri dari taman dan patung setengah badan Soekarno yang terletak di tengah-tengah  ibukota Aljazair. 

Lokasinya berada di bundaran simpang Jalan Mustapha Khalef Ben Aknoun dan Chemin Arezki Mouri di kota Aljir.

Desain monumen di buat oleh gubernur Jabar Ridwan Kamil.

 “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Ridwan Kamil yang telah merancang taman tempat patung Soekarno didirikan.”

Puan memberi penghargaan tinggi kepada pematung  Dolorosa Sinaga yang membangun patung Presiden Soekarno untuk monumen ini.

 “Patung Bung Karno dibuat   dari berbagai lempengan logam secara terpisah, yang disusun secara tiga dimensi, membentuk satu kesatuan gambar Bung Karno dengan kesan yang kuat.Tehnik itu mengingatkan kita akan Bhinneka Tunggal Ika,”ujarnya. 

Pembangunan monument ini  disokong PT Pertamina dan PT Wijaya Karya. Pengerjaannya digelar sejak groundbreaking pada 16 Februari 2020.

#MonumentSoekarno

Share:

PAK OPUNG PEJUANG TERLANTAR DI KOTA BOGOR


Liputan Heri Eriyadi (Founder KCPI)

Siapa sangka seorang Kakek tua yang sehari-hari menjadi pengumpul botol bekas air mineral di Sekitar Kota bogor ini ternyata pernah aktif sebagai tentara dan berpangkat seorang Sersan, Tepatnya Sersan Dua pada masa peristiwa Permesta. tahun 60 an

Pak OPUNG asli dari medan, Sumatra utara. bernama asli Antoni Simanjuntak, berhasil diwawancari oleh KCPI pada satu tempat di Kota Bogor.

Fisiknya yang kuat dan tatapan mata yang tajam meskipun beliau sudah berusia hampir 80 tahun tidak mampu menutupi kenyataan bahwa pak Opung adalah seorang tentara.

tentara yang menurutnya pada waktu itu, tidak di gaji, karena hanya sukarelawan. tapi tetap resiko gugur di medan tempur.

karena terdesak dengan kebutuhan hidup akhirnya beliau lepas dari dinas tentara dan menjadi warga biasa sebagai pengemudi Bus lintas Sumatra antar kota Medan-Jakarta. hingga akhirnya sempat menetap di terminal bis kampung rambutan.

hari ini beliau hidup dalam kondisi memprihatinkan. makan sehari hari dari hasil mengumpulkan botol bekas air mineral untuk di jual. mau tau berapa pengasilan nya ? kalau sedang banyak ya 15 rb sehari dari pagi sampai sore dengan cara keliiling di sekitar kota bogor !

apakah ini disebut sejahtera ? janganlah kita bicara penghargaan jika kesejahteraan saja tidak didapat dari negara untuk beliau yang secara  fakta sudah ikut membela bangsa dan negara berkorban jiwa dan Raga.

liputan akan berlanjut di lain hari...

salam KCPI ✊
Share:

ROMUSHA ZAMAN JEPANG


Pada masa penjajahan Belanda kita mengenal istilah kerja Rodi, yaitu kerja paksa yang diterapkan oleh  Belanda saat menjajah Indonesia. Pada kesempatan ini kita akan bahas tentang Kerja Paksa Pada Zaman Jepang, Kerja Paksa Jepang, arti Romusha, dan Pengertian Romusha.

Pengertian dan Arti Romusha
Untuk mendukung dan menjalankan Imperialisme Jepang, yaitu Kesemakmuran Asia Timur Raya. Maka Jepang butuh dana besar untuk membiayai perang, baik itu Perang Dunia II maupun perang memperjuangkan Imperialisme-nya.

Tidak lain, dan tidak bukan adalah Kesemakmuran Asia Timur Raya. Jepang juga membutuhkan bantuan tenaga untuk membangun sarana pendukung perang, antara lain kubu pertahanan, jalan raya, rel kereta api, jembatan, dan lapangan udara.

Oleh karena itu, Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja. Pengerahan tenaga kerja itu disebut romusha. Jika dirincikan maka pengertian romusha terbagi menjadi dua, yaitu:

Pengertian Romusha secara Bahasa, Romusha berarti Buruh, Pekerja.
Pengertian Romusha secara Istilah, Romusha berarti panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa pada masa pendudukan Jepang di Indonesia mulai tahun 1942 sampai 1945.
Pada mulanya, pelaksanaan romusha didukung rakyat. Rakyat Indonesia masih termakan propaganda Jepang untuk membangun keluarga besar Asia.

Tenaga-tenaga romusha ini kebanyakan diambil dari desa-desa, umumnya orang-orang yang tidak bersekolah atau paling tinggi tamat Sekolah Dasar. Semula program romusha bersifat sukarela dan sementara.

Akan tetapi, setelah kebutuhan mendesak, pengerahan tenaga kerja berubah menjadi paksaan. Ribuan tenaga kerja romusha dikirim ke luar Jawa, bahkan ke luar negeri, seperti Burma, Malaysia, Thailand, dan Indo-Cina. Dalam leteratur lain menyebutkan jumlah Romusha di Indonesia mencapai 4 sampai 10 juta.

Tenaga kerja romusha ini diperlakukan dengan sangat buruk, sehingga banyak di antara mereka
yang meninggal dunia. Pengerahan tenaga kerja tersebut telah membawa akibat dalam struktur sosial di Indonesia.

Banyak pemuda tani yang menghilang dari desanya karena mereka takut dikirim sebagai romusha. Para romusha yang selamat kemudian kembali ke desa mereka. Mereka ini memiliki banyak pengalaman di berbagai bidang.

Mereka datang membawa gagasan-gagasan baru sehingga desanya terbuka untuk perubahan.
Share:

Profesor Dokter Sulianti Saroso


Profesor Dokter Sulianti Saroso

Perempuan kelahiran Karangasem, Bali tanggal 10 Mei 1917 memiliki nama panjang Julie Sulianti Saroso.
Menempuh pendidikan dasar berbahasa Belanda ELS (Europeesche Lagere School), lalu pendidikan menengah elite di Gymnasium Bandung, melanjutkan pendidikan tinggi di Geneeskundige Hoge School (GHS), sebutan baru bagi Sekolah Kedokteran STOVIA di Batavia. Lulus sebagai dokter 1942.
Di Yogya, Sulianti, yang oleh teman-temannya sering dipanggil sebagai Julie, itu benar-benar terjun sebagai dokter perjuangan. Ia mengirim obat-obatan ke kantung-kantung gerilyawan republik.
Filosofinya sebagai dokter bukan sebatas mengobati pasien, melainkan membuat masyarakat (terutama kalangan menengah ke bawah) hidup sehat, sejahtera, dan bahagia.

Nama beliau di abadikan sebagai nama Rumah Sakit di kawasan Sunter Jakarta Utara.
Share:

KRI Slamet Riyadi-352 akan ditenggelamkan dan dijadikan destinasi wisata selam


Kapal Perang Republik Indonesia atau KRI Slamet Riyadi-352 akan ditenggelamkan dan dijadikan destinasi wisata selam. Rencananya eks KRI Slamet Riyadi-352 bakal ditenggelamkan di perairan Karangasem, Bali.

Kepala Dinas Penerangan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut atau Lantamal V, Mayor Laut (S) Nanang Permana mengatakan rencana tersebut sudah dibahas dalam Rapat Koordinasi Rencana Penenggelaman Kapal Perang Eks KRI Slamet Riyadi-352 di Ruang Rapat Bupati Karangasem. "Destinasi wisata selam ini diharapkan dapat meningkatkan pariwisata bawah air serta perekonomian masyarakat Karangasem," kata Nanang dalam keterangan tertulis.

Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan terima kasih kepada TNI AL yang telah mengabulkan permohonan dari Pemerintah Kabupaten Karangasem tentang pemanfaatan kapal-kapal perang eks TNI AL. "Tujuannya meningkatkan destinasi pariwisata bawah air serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dalam rapat tersebut, TNI AL menyampaikan ada delapan kapal yang rencananya akan dimanfaatkan untuk museum dan spot menyelam. Pertemuan itu juga membahas Rencana Lokasi Penenggelaman Kapal-Kapal Perang Eks TNI AL, proses survei lokasi, proses docking, pergeseran, penenggelaman, dan kalkulasi biaya penenggelaman kapal-kapal Perang eks TNI AL.

Eks KRI Slamet Riyadi-352 merupakan kapal perang Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Ahmad Yani milik TNI Angkatan Laut. Kapal ini adalah kapal frigat bekas pakai angkatan laut Belanda yang kemudian dibeli oleh Indonesia. Kapal tersebut dibuat pada 1963 dan berpindah tangan pada 1987.

Sejumlah teknologi yang tertanam dalam kapal ini adalah sistem pertahanan rudal antipesawat, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, dan anti-pesawat udara. Eks Kapal Perang KRI Slamet Riyadi-352 bobot 2.942,7 ton dengan dimensi 113,42 meter x 12,51 meter x 4,57 meter.

Sumber teks: antaranews

Share:

BANGSA INDONESIA BARU SAMPAI DI GERBANG KEMERDEKAAN


Pada teks pembukaan Undang Undang Dasar 1945 mengatakan bahwa : KITA BARU SAMPAI GERBANG KEMERDEKAAN (artinya kita sebetulnya hanya baru sampai di Gerbang sebuah kemerdekaan, dan belum benar benar berada di dalamnya). padahal tujuan proklamasi adalah : MERDEKA !... dan arti merdeka itu sendiri, nasib rakyat Indonesia tidak akan lagi ditentukan dan dijajah bangsa lain. 

tapi, jika melihat kenyataan pada masa ini apakah betul bahwa ternyata bahwa BANGSA INI BELUM MERDEKA? dan masih perlu perjuangan agar benar benar dapat merasakan kemerdekaan yang seutuhnya? lalu haruskah kita berdiam diri tanpa harus melanjutkan Tujuan Proklamasi ?
Share:

PAK SA’AMIN MANTAN JURU MASAK KOPASKA TNI AL

PAK SA’AMIN MANTAN JURU MASAK KOPASKA TNI AL

Salah satu saksi Perjuangan bangsa Indonesia kembali telah berhasil di temukan oleh KCPI pada awal tahun 2018 ini. Menambah panjang daftar para pejuang terlantar yang perlu diberikan perhatian oleh kita semua.

Pak Sa’amin kakek yang sudah tua kelahiran Jakarta tanggal 13 April 1941 pada beberapa waktu telah bersedia menceritakan pengalaman hidupnya Kepada KCPI : 

Pak Sa’amin saat ini. hidup sebatang kara sejak istrinya meninggal dunia. Beliau sudah tidak bekerja, Kebutuhan sehari hari beliau berupa makan dan tempat tinggal di jamin oleh dua orang anaknya. Kakek berusia 77 tahun ini hidup sendiri di rumah petak yang sempit di kawasan Cipadu Kota Tangerang Selatan. Banyak masyarakat sekitar yang tidak tau siapa pak Sa’amin hingga ditemukan oleh tim KCPI.

Pak Saamin awalnya adalah seorang tukang sol yang mengembara hingga ke kepulauan Bangka Belitung. Pada saat itu sedang terjadi peristiwa Pemberontakan PERMESTA. Para tukang sol teman Pak Sa’amin pada masa itu dikenal dekat dengan TNI hingga seringkali mendapat tugas khusus dari TNI agar menjadi mata-mata sebagai informan militer dan masuk kedalam sarang pembeontak PERMESTA yang ada di atas gunung.

Pak Sa’amin pada waktu itu pernah mengingatkan kepada teman-teman nya sesama Tukang Sol agar jangan menerima tugas itu karena sangat berbahaya Resikonya nyawa sebagai taruhan nya. Tapi dua orang teman nya menerima dan melaksanakan tuagas naik ke gunung. Al hasil, dua orang temannya dikabarkan gugur dan tidak pernah kembali lagi hingga sekarang. 

Pak Saamin yang selamat karena tidak ikut naik ke gunung akhirnya kembali ke Jakarta dan di terima sebagai pegawai juru masak di dapur umum Satuan Komando Pasukan Katak (KOPASKA) TNI AL yang sedang berlatih perang di Kepulauan Seribu. Selama sebulan pak saamin bertugas disana dan baru kembali ke darat setelah latihan Selesai.

Tugas Pak Sa’amin waktu itu adalah bangun pagi jam 2 menyiapkan bahan yang akan dimasak bersama teman teman nya dan di awasi langsung oleh atasan nya seorang Kopral TNI AL. mereka mengolah makanan dalam jumlah yang besar untuk konsumsi KOPASKA berupa ekstrapuding berupa Nasi, Telur, susu, roti, sayur dan Buah.

Pada Saat itu meskipun tugasnya adalah hanya seorang juru masak tapi mereka tetap di beri senjata jenis Laras panjang untuk menjaga diri bila suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan dalam kondisi pertempurna. Pak Saamin bertugas sebagai juru masak di lingkungan militer hingga tahun 1966 terakhir di Sekolah Staf dan Komando TNI AL (SESKOAL) di Cipulir  Kebayoran Lama Jakarta Selatan.

Selesai Tugas di SESKOAL pak sa’amin kembali menjadi rakyat biasa dan di tugaskan oleh pemerintah sebagai anggota Pertahanan sipil (HANSIP). Pada masa itu sedang bergejolak peristiwa pemberontakan G30S/PKI. Maka setiap anggota HANSIP diberikan kemampuan militer berupa teknik menyerang dan menembak oleh Satuan TNI AD. Tujuan nya adalah mempersiapkan rakyat untuk membasmi G30S/PKI. Tapi sayang belum sempat dilaksanakan, pak Harto sebagai PANGKOSTRAD bersama dengan prajurit TNI AD dibawah pimpinan nya saat itu sudah lebih dulu membasmi PKI.

Kini semua tinggal kenangan buat pak Sa’amin karena teman-teman nya sudah banyak yang tua dan kemungkinan sudah meninggal dunia. Hanya 2-3 orang yang masih hidup hingga saat ini. Itupun tidak tau dimana adanya katanya.

Pak Sa’amin berharap agar pemerintah tidak melupakan begitu saja jasa yang pernah dilakukan beliau dan teman teman nya. Beliau bilang, selama menjadi pegawai di lingkungan TNI AL tidak pernah diberikan gaji sebagai ganti tenaga yang sudah dikeluarkan nya.

Pak Sa’amin sekarang sudah tua hidup sendiri dan tidak punya kasur untuk sekedar tidur dan istirahat dihari tuanya. beliau berharap masih ada masyarakat dizaman ini yang peduli dengan kondisi orang-orang tua yang pernah berjuang untuk bangsa ini. 

Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) bekerja 24 Jam sehari baik secara online maupun offline . Sejak tahun 2011 hingga hari ini. KCPI membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk Kegiatan Sosial dan Operasional. Bantuan donasi anda dapat di kirim ke : No Rekening Bank BCA : 3452-157-362 a.n Heri Eriyadi Safitri (Founder KCPI)

Share:

KCPI Siap Menjadi Nara Sumber hubungi KCPI di No HP : 0859.5994.6651 | 0898.9251.120

KCPI siap memberi materi sebagai Nara sumber Bidang Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan berlatar belakang sejarah perjuangan bangsa kepada Pelajar SD, SMP & SMA serta Organisasi Pemuda di Seluruh Indonesia. 
hubungi KCPI di No HP : 0859.5994.6651 | 0898.9251.120 
e-Mail :projasonline@gmail.com

Share:

Cincin Merah Delima Pemberian Pak Abdulah Mutalib

6 Tahun yang lalu tepatnya tahun 2011

Pertama kali kami temukan dan membuktikan dengan mata kepala sendiri bahwa ternyata ada pejuang yang terlantar di ibukota. salah satunya adalah pak Abdul Mutholib (82 Tahun). sosok yang pernah ikut berjuang melawan pemberontakan Permesta.

bertahun-tahun hidup tanpa Jaminan membuat beliau kecewa dengan apa yang telah ia berikan pada bangsa dan negara ini.
sumpah serapah kadang diperlihatkan beliau pada saat itu.

mungkin seperti itu yang diperlihatkan kepada orang yang belum dikenalnya. 

kami dekati dan kami ajak bicara kemudian beliau akhirnya mau juga menceritakan apa yang pernah beliau alami pada masa itu.

kami tjadi erharu dan berjanji akan menjadi penyambung aspriasi para pejuang terlantar seperti pak Abdul ini.

beliau pernah berpesan : hati-hati

tidak semua suka jika kisah masa lalu di "ungkit kembali" karena nasibnya seperti ini adalah konspirasi teman-teman nya sendiri selama masa perjuangan.

maka dia berpesan : sebagai tanda terima kasih kami kepada KCPI, karena peduli dengan nasib kami para pejuang terlantar, maka jagalah diri kalian. gunakanlah cincin ini sebagai syariat penjaga kalian. berdoalah kepada tuhan, agar usaha baik kalian mendapat Ridho dari Allah SWT.

6 tahun sudah kami laksanakan amanat beliau dan teman-teman, dan cincin ini masih saya simpan.

sekali-kali saya buka, bersihkan dan kemudian saya simpan kembali. hingga waktu yang saya sendiri tidak tau.


Share:

Letnan Anwar, seorang Pejuang yang pada masa tuanya menjadi pengemis


Kisah kehidupan pejuang terlantar yang Tragis ini JANGAN PERNAH TERJADI LAGI !!!
Share:

TANGGA-TANGGAL BERSEJARAH DI INDONESIA

Januari
1 Januari   : Hari Perdamaian Dunia
1 Januari   : Tahun Baru
3 Januari   : Hari Departemen Agama
5 Januari   : Hari Korps Wanita Angkatan Laut (KOWAL)
5 Januari   : Hari Ulang Tahun Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10 Januari : Hari Ulang Tahun Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
15 Januari : Hari Peristiwa Laut dan Samudera
25 Januari : Hari Gizi & Makanan
25 Januari : Hari Kusta Internasional
31 Januari : Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU)

Februari
5 Februari   : Hari Ulang Tahun Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
5 Februari   : Hari Peristiwa Kapal Tujuh
9 Februari   : Hari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
9 Februari   : Hari Kavaleri
13 Februari : Hari Persatuan Farmasi Indonesia
14 Februari : Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
19 Februari : Hari KOHANUDNAS
22 Februari : Hari Istiqlal
28 Februari : Hari Gizi Nasional Indonesia

Maret
1 Maret   : Hari Kehakiman Indonesia
1 Maret   : Hari Peristiwa Serangan Umum di Jogyakarta
6 Maret   : Hari KOSTRAD
8 Maret   : Hari Wanita Internasional
9 Maret   : Hari Musik Nasional
10 Maret : Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI)
11 Maret : Hari Surat Perintah 11 Maret (SUPERSEMAR)
14 Maret : Hari Milad Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
18 Maret : Hari Arsitektur Indonesia
23 Maret : Hari Meteorologi Sedunia
24 Maret : Hari Peringatan Bandung Lautan Api
27 Maret : Hari Women International Club (WIC)
30 Maret : Hari Film Indonesia

April
1 April   : Hari Bank Dunia
6 April   : Hari Nelayan Indonesia
7 April   : Hari Kesehatan Internasional
9 April   : Hari Penerbangan Nasional
15 April : Hari Zeni
16 April : Hari KOPASSUS (Komando Pasukan Khusus)
18 April : Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
19 April : Hari Pertahanan Sipil (HANSIP)
21 April : Hari Kartini
22 April : Hari Bumi
24 April : Hari Angkutan Nasional
24 April : Hari Solidaritas Asia-Afrika
27 April : Hari Permasyarakatan Indonesia

M e i
1 Mei   : Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
1 Mei   : Hari Buruh Sedunia
2 Mei   : Hari Pendidikan Nasional
3 Mei   : Hari Surya
8 Mei   : Hari Henry Dunant
5 Mei   : Hari Lembaga Sosial Desa (LSD)
11 Mei : Hari POM - TNI
17 Mei : Hari Buku Nasional
19 Mei : Hari Korps Cacat Veteran Indonesia
20 Mei : Hari Kebangkitan Nasional
21 Mei : Hari Peringatan Reformasi

Juni
1 Juni   : Hari Lahir Pancasila
1 Juni   : Hari Anak-anak Sedunia
3 Juni   : Hari Pasar Modal Indonesia
5 Juni   : Hari Lingkungan Hidup Sedunia
17 Juni : Hari Dermaga
22 Juni : Hari Ulang Tahun Kota Jakarta
24 Juni : Hari Bidan Indonesia
26 Juni : Hari Anti Narkoba Sedunia
29 Juni : Hari Keluarga Berencana Nasional

Juli
1 Juli   : Hari Bhayangkara
1 Juli   : Hari Anak-anak Indonesia
5 Juli   : Hari Bank Indonesia
9 Juli   : Hari Satelit Palapa
12 Juli : Hari Koperasi
22 Juli : Hari Kejaksaan
23 Juli : Hari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)
29 Juli : Hari Bhakti TNI Angkatan Udara

Agustus
5 Agustus   : Hari Dharma Wanita Indonesia
8 Agustus   : Hari Ulang Tahun ASEAN
10 Agustus : Hari Veteran Nasional
13 Agustus : Hari Peringatan Pangkalan Brandan Lautan Api
14 Agustus  : Hari Pramuka
17 Agustus : Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
18 Agustus : Hari Konstitusi Republik Indonesia
19 Agustus : Hari Departemen Luar Negeri Indonesia
21 Agustus : Hari Maritim Nasional
24 Agustus : Hari Televisi Republik Indonesia (TVRI)

September
1 September   : Hari Polisi Wanita (POLWAN)
3 September   : Hari Palang Merah Indonesia (PMI)
8 September   : Hari Aksara
8 September   : Hari Pamong Praja
9 September   : Hari Ulang Tahun Partai Demokrat
9 September   : Hari Olahraga Nasional
11 September : Hari Radio Republik Indonesia (RRI)
17 September : Hari Perhubungan Nasional
24 September : Hari Tani
27 September : Hari Pos Telekomunikasi Telegraf (PTT)
28 September : Hari Kereta Api
29 September : Hari Sarjana Indonesia
30 September : Hari Peringatan Pemberontakan G30S/PKI

Oktober
1 Oktober    : Hari Kesaktian Pancasila
5 Oktober    : Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI)
9 Oktober    : Hari Surat Menyurat Internasional
14 Oktober  : Hari Pangan Sedunia
15 Oktober  : Hari Hak Asasi Binatang
16 Oktober  : Hari Parlemen Indonesia
20 Oktober  : Hari Ulang Tahun Golongan Karya
24 Oktober  : Hari Dokter Indonesia
24 Oktober  : Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
27 Oktober  : Hari Penerbangan Nasional
27 Oktober  : Hari Listrik Nasional
28 Oktober  : Hari Sumpah Pemuda
30 Oktober  : Hari Keuangan

 November
3 November    : Hari Kerohanian
10 November  : Hari Pahlawan
10 November  : Hari Ganefo
12 November  : Hari Kesehatan Nasional
14 November  : Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
21 November  : Hari Pohon
22 November  : Hari Perhubungan Darat
25 November  : Hari Guru

Desember
1 Desember   : Hari AIDS Sedunia
1 Desember   : Hari Artileri
9 Desember   : Hari Armada
9 Desember   : Hari Korupsi
10 Desember : Hari Hak Asasi Manusia
12 Desember : Hari Transmigrasi
15 Desember : Hari Infanteri
19 Desember : Hari Trikora
22 Desember  : Hari Ibu
22 Desember  : Hari Sosial
22 Desember  : Hari Korps Wanita Angkatan Darat (KOWAD)
Share:

Landasan Hukum Bela Negara

Adapun peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Pembelaan Negara adalah:

UUD 1945 BAB XII Pasal 30 ayat (1), (2), (3), (4), (5)

Ayat (1): 
Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara

Ayat (2): 
Usaha pertahanan dankeamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung

Ayat (3): 
Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

Ayat (4): 
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat serta menegakkan hukum

Ayat (5): 
susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia didalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan diatur undang-undang.

UU RI No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara
Dalam UU RI No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara antara lain disebutkan sebagai berikut:

1) pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsan dan negara

2)  sistem pertahanan negara adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta yang melibatkan seluruh warga negara, wilayah dan sumber daya nasional lainnya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total, terpadu, terarah dan berlanjut menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa dari segal ancaman.

3) Pasal 2:
Hakikat pertahanan negara adalah segala upaya pertahanan bersifat semesta yang penyelenggaraannya didasarkan pada kesadaran hak dan kewajiban warga negara serta keyakinan pada kekuatan sendiri.

4)  Pasal 4:
pertahanan negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman.

5) Pasal 5:
Pertahanan negara berfungsi untuk mewujudkan dan mempertahankan seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan pertahanan.

6)  Pasal 10
Ayat (1):
Tentara Nasional Indonesia berperan sebgai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesoa

Ayat (2):
Tentara Nasional Indonesia terdiri dari angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara.

Ayat (3):
Tentara Nasional Indonesia bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk:
a)  mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah
b)  melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa
c)  melaksanakan operasi militer selain perang
d)  ikut secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional

UU RI No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI
Pasal 4: fungsi kepolisian adalah salah satu alat pemerintahan dalam bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakkan hukum, perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

UU RI No. 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia
Tentara Nasional Indonesia adalah tentara pejuang, tentara nasional, tentara rakyat dan tentara professional

  1. tentara rakyat adalah tentara yang anggotanya berasal dari warga negara Indonesia
  2. tentara pejuang adalah tentara yang berjuang menegakkan negara Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah dalam melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya.
  3. Tentara nasional adalah tentara kebangsaan Indonesia yang bertugas demi kepentingan negra dan di atas kepentingan daerah, suku, ras, golongan dan agama
  4. Tentara professional adalah tentara yang terlatih, terdidik dan dilengkapi secara baik, tidak berpolitik praktis, tidak berbisnis, dan dijamin kesejahterannya serta mengikuti kebijakan politik negara yang menganut prinsip demokrasi, supremasi sipil dan hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional dan hukum internasional yang telah diratifikasi.
Dalam pertahanan negara, TNI memiliki fungsi sebagai:

  1. penangkal terhadap setiap bentuk ancaman militer dan ancaman bersenjata dari luar dan dalam negeri terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah dan keselamatan bangsa
  2. penindak terhadap setiap bentuk ancaman
  3. pemulih terhadap kondisi keamanan negara yang terganggu akibat kekacauan
Dalam menjalankan fungsi tersebut TNI memiliki tugas pokok, yaitu:

  1. menegakkan kedaulatan negara,
  2. mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang bedasarkan Pancasila dan UUD 1945
  3. melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesoa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara
TAP MPR RI No. VI/MPR/2000 tentang Pemisahan TNI dan POLRI

Pasal 1:
Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia secara kelembagaan terpisah sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing

Pasal 2
Ayat (1):
Tentara Nasional Indonesia adalah alat negara yang berperan dalam pertahanan negara

Ayat (2):
Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan.

Ayat (3):
dalam hal terdapat keterkaitan kegiatan pertahanan dan kegiatan keamanan, Tentara Naional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia harus bekerja sama dan saling membantu.

TAP MPR RI No. VII/MPR/2000 tentang Peran Tentara Nasional Indonesia dan Peran Kepolisian Republik Indonesia
Ketetapan MPR ini terdiri dari 2 bab yaitu BAB I tentang Tentara Nasional Indonesia dan BAB II tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pasal 2: Peran Tentara Nasional Indonesia
a) Tentara Nasional Indonesia merupakan alat negara yang berperan sebagai alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia
b) Tentara Nasional Indonesia sebagai alat pertahanan negara, bertugas pokok menegakkan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Pasal 6 tentang peran Kepolisian Negara Republik Indonesia
a) Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara kemanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat
b) Dalam menjalankan perannya, Kepolisian Negara Republik Indonesia wajib memiliki keahlian dan keterampilan secara professional.
Dari peraturan perundang-undagan di atas dapat diketahui bahwa pembelaan negara wajib bagi warga negara Indonesia dengan diatur undang-undang. Negara Kesatuan Republik Indonesia mewajibkan pembelaan negara terhadap warganya karena:
  1. bela negara merupakan wujud kecintaan warga negara kepada NKRI yang berdasarkan Pancasil dan UUD 1945
  2. Upaya pembelaan negara selain kewajiban dasar manusia juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab dan rela berkorban dalamm engabdi kepada negara dan bangsa
  3. bangsa Indonesia cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatannya
  4. bangsa Indonesia menentang segala bentuk penjajahan dan menganut politik luar negeri bebas aktif bentuk perlawanan Indonesia dalam rangka membela kemerdekaan dan kedaulatannya bersifat kerakyatan, kesemestaan dan kewilayahan
Share:

PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA KOMUNITAS CINTA PEJUANG INDONESIA (KCPI)

PERSYARATAN MENJADI ANGGOTA KOMUNITAS CINTA PEJUANG INDONESIA (KCPI)
  1. Warga Negara Indonesia berusia antara 18-50 Tahun
  2. Pernah mengikuti sedikitnya 3 (tiga) kali Kegiatan yang dilaksanakan oleh KCPI
  3. Mengisi Formulir Pendaftaran Anggota KCPI online di link berikut ini : 
  4. Melampirkan Fotocopy KTP yang berlaku lewat e-Mail KCPI:  info.kcpi@yahoo.co.id
  5. Melampirkan Foto close up dengan menggunakan kostum pejuang lewat e-Mail KCPI: info.kcpi@yahoo.co.id
  6. Mengganti Biaya Cetak Kartu Anggota dan biaya kirim lewat Pos sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) 
Untuk Informasi Lengkap Hubungi kami :

KOMUNITAS CINTA PEJUANG INDONESIA (KCPI)
“ Komunitas Penggemar Sejarah Perjuangan Bangsa dan Sahabat Para Pejuang Indonesia” 
Sekretariat :  Jl. Sunan Gunung Jati Peninggilan Selatan Ciledug Kota Tangerang.BANTEN.
HP : 0898-9251-120

Tangerang, 20 Juli 2015

Heri Eriyadi
Founder KCPI

Share:

B. Daftar Nama Mantan Pejuang yang Akan dikelola oleh KCPI dan direkomedasikan menerima Santunan


B. Daftar Nama Mantan Pejuang yang Akan dikelola oleh KCPI
 dan direkomedasikan menerima Santunan

Share:

A. Daftar Nama Mantan Pejuang yang sudah dikelola oleh KCPI dan direkomedasikan menerima Santunan


A. Daftar Nama Mantan Pejuang yang sudah dikelola oleh KCPI
dan direkomedasikan menerima Santunan

Share:

Ada satu kelompok yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat yaitu pejuang

"Ada satu kelompok yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat yaitu pejuang. Pejuang disini adalah tentara yang diambil dari rakyat biasa dan rela ikut membantu perang di Indonesia serta mereka ingin mendapatkan hak mereka kembali,"

Jakarta, Aktual.co — Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) meminta masyarakat untuk turut membantu dalam memberi perhatian bagi pejuang Indonesia agar tidak ada lagi pejuang yang merasa dilupakan atas jasa-jasa yang telah mereka berikan kepada bangsa.

"Ada satu kelompok yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat yaitu pejuang. Pejuang disini adalah tentara yang diambil dari rakyat biasa dan rela ikut membantu perang di Indonesia serta mereka ingin mendapatkan hak mereka kembali," ujar Pendiri KCPI, Heri Eriyadi kepada Antara, Jumat (15/8), Jakarta, sehubungan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-69.

Heri menyatakan bahwa pejuang yang KCPI lindungi adalah golongan rakyat sipil, seperti petani, guru, dan nelayan, yang hatinya tergerak untuk menjadi "tentara rakyat", tanpa dibekali ilmu perang, seperti menggunakan senjata, cara bertahan dan menyerang.

"Salah satu bukti bahwa semua unsur masyarakat kita ikut perang adalah patung tani, dimana seorang petani yang memegang senjata dan wanita yang memberi makanan ini menceritakan keterlibatan masyarakat biasa dalam perang kemerdekaan Indonesia," ujar Heri.

Heri menambahkan bahwa berdasarkan survei yang telah dia pelajari, sembilan dari 10 orang yang berjuang pada saat perang adalah rakyat, artinya sembilan adalah rakyat biasa dan satu orang adalah tentara.

Dia menambahkan bahwa ada perbedaan antara pahlawan, veteran dan pejuang. Pahlawan adalah status yang diberikan oleh pemerintah terhadap rakyat Indonesia yang berani berjuang demi Indonesia, veteran adalah tentara aktif yang berjuang pada perang dan sudah pensiun, serta pejuang adalah rakyat sipil yang ikut berjuang seperti petani, nelayan, dan guru.

KCPI berharap generasi muda tidak hanya mempelajari nama-nama pahlawan yang hanya ada di buku-buku dan berharap generasi muda juga mengetahui bahwa banyak nama-nama yang terlibat dalam perang yang belum mereka ketahui.

"Anak sekarang lebih sering dilatih untuk mengingat nama-nama pahlawan yang ada di buku saja, padahal masih banyak yang harus diingat oleh kita salah satunya pejuang. KCPI disini berusaha untuk mengangkat kembali pejuang yang dilupakan," ujar Heri.
(Ant)

Share:

KCPI Beraksi


Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) mengangkat jiwa nasionalisme kepada para pemuda dengan cara memerankan kembali (Reenactment) peristiwa sejarah dalam bentuk perform di tempat umum. hubungi kami bila anda ingin mengadakan kegiatan tersebut
Share:

Westerling Duplikat Hitler dari Belanda


“Kenapa anda tidak menembak Soekarno waktu kudeta dulu?” , Kapten Westerling ditanya. Apa jawabnya? Kapten yang pernah mengatakan bahwa Soekarno adalah tokoh yang paling dibencinya, menjawab: “Orang Belanda itu perhitungan sekali. Satu peluru harganya 35 sen. Sedangkan harga Soekarno tak lebih dari 5 sen. Jadi rugi 30 sen. Kerugian yang tidak bisa dipertanggungjawabkan”. Dengan kata lain Westerling ingin menghina Soekarno, bahwa pelurunya lebih mahal daripada nyawa Soekarno.

Indonesia tentu saja geram dengan penghinaan itu. Beberapa kali ada usaha untuk mengekstradisi Westerling ke Indonesia. Sayangnya usaha itu tak pernah terwujud sampai meninggalnya Westerling tahun 1987 dalam usia 68 tahun di Purmerend Belanda. Beberapa jam sebelum meninggal akibat serangan jantung, Westerling dikabarkan marah-marah pada wartawan Belanda yang tidak pernah berhenti menguber noda masa lalunya.

Permintaan untuk mengekstradisi dan mengadili Westerling terutama bukan karena penghinaan tadi. Tapi juga karena kekejamannya di masa agresi militer Belanda plus percobaan kudetanya terhadap Presiden Soekarno. Kekejaman Westerling dituding memakai cara-cara Gestapo. Tudingan ini bukan hanya dari pihak Indonesia, tapi tudingan pada Westreling ini justru sangat gencar datang dari orang Belanda sendiri, terutana kaum peduli HAM.

Harian “De Waarheid” di Belanda menurunkan berita bulan Juli tahun 1947, isinya tentang kekejaman Westerling yang dinilai sama dengan kekejaman pasukan Jerman di PD II. Kemudian harian “Vrij Nederland” Juli 1947, juga merinci bagaimana kekejaman Westerling. Misalnya menyuruh dua tawanan bertarung. Lalu yang kalah ditembak mati. Termasuk mengeksekusi orang-orang tak bersalah di depan umum. Maksudnya untuk menakut-nakuti penduduk lain agar mereka mau buka mulut tentang persembunyian gerilyawan.

“Semua orang kampung, juga perempuan dan anak-anak, dikumpulkan dan ditembaki satu per satu. Saya pura-pura mati dan menjatuhkan diri di antara timbunan mayat berlumuran darah Saya tidak berani bergerak sebelum merasa yakin, Westerling dan pasukannya itu benar-benar telah pergi jauh”. Begitulah kesaksian seorang penduduk di Makassar atas aksi kekejaman Westerling.

Ketika masih bekerja di Jakarta, saya pernah mewawancarai seorang pejabat militer yang bermukim di bilangan Matraman Jakarta. Wawancara itu antara lain menyinggung tentang pengalamannya bertemu Westerling. Pak Suryadi bercerita, dia sempat ditahan di sel oleh Westerling. Di sel itu selama hampir tiga hari dia digantung dengan kepala di bawah dan kaki di atas. “Rasanya saya sudah hampir mati saja. Untung saja saya tidak sampai dibunuh”.

Raymond Paul Pierre Westerling, lahir di Istanbul 31 Agustus 1919, adalah tentara bayaran Belanda. Ayahnya Belanda, ibunya Turki. Tapi ada juga yang mengatakan ibunya orang Yahudi, ada yang mengatakan orang Yunani yang lahir di Turki. Simpang siur. Maklumlah, sejak usia 5 tahun Westerling mesti hidup sendiri di panti asuhan karena ditinggal kedua orangtuanya. Mungkinkah kekerasannya disebabkan sejak usia dini dirinya terpaksa tumbuh sendiri di jaman perang yang ganas, tanpa belaian kasih sayang orangtua?

Kapten ini biasa juga dipanggil “Turk”, panggilan yang biasanya ditujukan buat orang-orang berdarah Turki di Belanda.

Dia bisa bergabung dengan kesatuan Belanda, setelah mendatangi konsulat Belanda di Istanbul dan menawarkan diri sebagai sukarelawan perang. Kebrutalannya dan nalurinya sebagai penjagal mungkin membuat perang menjadi tempat yang cocok untuknya. Dia sendiri pernah mengakui, dalam perang dia menemukan kesenangannya. Keahliannya dalam kemiliteran adalah sabotase dan peledakan. Dia digojlok dalam satuan komando dengan training yang karena begitu kerasnya disebut “neraka dunia”, di Pantai Skotlandia yang dingin kosong melompong tanpa penghuni. Latihan keras untuk meraih baret hijau itu antara lain bertarung dan membunuh dengan tangan kosong, tanpa suara.

Berbekal segudang training berat kemiliteran, akhirnya Westerling sang tentara bayaran ditugaskan ke Indonesia untuk menumpas pemberontakan. Tugas sebagai pimpinan pasukan komando baret merah berada di pundaknya.

Seorang eks anak buahnya menggambarkan Westerling sebagai, “Orang yang kejam, tidak menghargai hidup dan suka melanggar janji. Dia bisa membiarkan tahanan di sel berhari-hari tanpa diberi makanan. Kadang dijanjikannya bahwa tawanan akan dilepaskan kalau mereka mau menolong Westerling. Tapi setelah tawanan itu sudah terlalu lemah dan tidak bisa lagi berjalan, malah langsung ditembak mati”.
Bahkan bagi anak buahnya sendiri, kekejamannya kadang dinilai keterlaluan. Sampai kadang ada yang menolak melaksanakan perintahnya, karena tak sampai hati menembak tawanan. Akibatnya anak buah yang membangkang tentu saja harus menerima hukuman indisipliner dari sang kapten ini.

Di Indonesia Westerling dikenal sebagai “algojo” yang melakukan pembantaian berkubang darah, terutama di berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Dari kota Makassar sampai kabupaten Barru, Parepare, Pinrang, Sidrap, dan Enrekang. Kejadian itu sekitar Desember 1946 – Februari 1947. Korban terbanyak adalah di Galung Lombok, kabupaten Barru. Untuk mengenang sejarah kelam itu, pemerintah kota membangun tugu di kota Makassar, disebut monumen korban 40.000 jiwa. Apakah betul sebanyak 40.000 jiwa, hingga kini masih diperdebatkan kebenarannya jumlahnya. Namun ada satu hal yang jelas. Nyaris semua kesaksian, baik pihak Indonesia maupun pihak Belanda sendiri membenarkan bagaimana kejinya kekejaman Westerling. Dia adalah prajurit yang sangat mudah menembak mati seseorang, tanpa alasan jelas. Seperti menembak burung saja. Itu belum terhitung menyiksa tawanan secara tidak berperikemanusiaan.

Untuk menggambarkan kekejaman Westerling yang berdarah dingin itu, J. Dancey seorang perwira Inggris bercerita, “Suatu pagi saya mendatangi Westerling untuk minum dan ngobrol bersama. Tiba-tiba dengan tenang dia mengambil potongan kepala dari keranjang sampah di samping meja kerjanya. Katanya itu potongan kepala dari pimpinan pemberontak yang baru saja dipenggalnya”. Westerling seakan ingin mengajari perwira Inggris itu, “begini lho caranya kalau mau menumpas pemberontakan!”.

Situasi perang kadang membuat seorang prajurit mesti bertindak “saya yang mati atau kamu yang mati”. Sehingga mau tidak mau, kadang mesti membunuh. Namun itu tidak berarti prajurit tidak pakai aturan dan diperbolehkan membunuh sesuka hati. Tetap ada aturannya. Jika tidak, maka bisa kena tuduhan melakukan pelanggaran HAM.

Karena melakukan pembunuhan seenak perutnya sendiri, maka perbuatan Westerling tergolong pelanggaran HAM dan dituding melakukan kejahatan perang. Westerling memang menumpas pemberontakan dengan caranya sendiri. Dengan cara bengis dan kejam. Padahal ketika itu sesuai ketentuan Westerling harus berpegang pada Pedoman Pelaksanaan bagi Tentara untuk Tugas di Bidang Politik dan Polisional. Karena keluar dari pedoman komando, Westerling pun dipecat tahun 1948. Di Belanda pun, status Westerling masih sering diperdebatkan. Pahlawan atau penjahat?

Sebagian pihak di Belanda pernah mengelu-elukan Kapten Westerling sebagai pahlawan yang berhasil menumpas pemberontakan. Tapi ada juga kaum kritis di Belanda yang mengatakan Westerling itu cuma seorang penjahat perang.

Westerling dikerumuni wartawan di aiport di Brussel setelah melarikan diri dari Indonesia


Jika saya ke Indonesia, kadang ditanya, “Kenapa sih kamu menikah dengan orang Belanda?. Mereka itu kan penjajah?!”. Bahkan saya pernah bertemu orang yang menolak menyopir mobil karena di antara rombongan ada orang Belandanya.

Jaman sudah berubah. Sejarah bergulir dengan cepat. Namun dendam sejarah masa lampau masih membuat sebagian orang Indonesia tetap menyimpan citra kelabu tentang Belanda.
Faktanya, justru rakyat Belanda sendiri yang mendesak pemerintah Belanda untuk minta maaf terhadap rakyat Indonesia atas kejahatan perang di masa lalu. Bahkan penyelidikan dan penelitian tentang kejahatan dan pelanggaran HAM agresi militer Belanda diungkap sendiri oleh para sejarawan Belanda dan pers Belanda sendiri.

Karena itu sekarang mulai sedikit terkuak misteri, mengapa di masa hidupnya Westerling bisa leluasa bergerak sana-sini. Ini janggal. Apalagi gara-gara kebengisannya di Sulawesi Selatan, ketika itu Westerling sudah dipecat dari kesatuannya. Tapi anehnya, sesudah itu Westerling malah berhasil mendirikan organisasi rahasia, mengumpulkan kekuatan, pendukung dan punya kekuatan senjata. Puncaknya di tahun 1950 malah melakukan kudeta terhadap Indonesia sebagai negara berdaulat. Padahal sehebat-hebatnya Westerling, seberapa hebat sih kekuatan seorang tentara sewaan?

Aneh. Sudah jelas-jelas melakukan kejahatan perang, dipecat, tidak punya fungsi strategis apa-apa di kemiliteran tapi kok bisa lepas dari jerat hukum? Ditambah masih kurang ajar berani mengkudeta Soekarno pula. Padahal ketika itu banyak suara, baik dari pihak Indonesia maupun Belanda sendiri yang ingin Westerling diseret ke mahkamah militer.

Boro-boro diajukan ke pengadilan, tahu-tahu setelah pemecatannya, malah terdengar kabar Westerling berhasil mengumpulkan 500.000 pengikut dan mendirikan organisasi rahasia bernama “Ratu Adil Persatuan Indonesia” (RAPI), dilengkapi kesatuan bersenjata yang dinamakan “Angkatan Perang Ratu Adil” (APRA).

Dengan organisasinya itu, tahun 1950 Kapten “Turk” alias Westerling bekerja sama dengan Darul Islam Jawa Barat mengadakan kudeta yang dikenal dengan peristiwa “kudeta 23 Januari”. Di balik kudeta ini kemudian terungkap juga keterlibatan Sultan Hamid II, eks perwira KNIL (beristrikan wanita Belanda), putra sulung Sultan Pontianak. Motif kudeta di antaranya ingin mendirikan negara sempalan yang bernama Negara Pasundan. Pasukan Westerling menembaki setiap tentara TNI yang ditemui. Sebanyak 79 pasukan Siliwangi dan enam penduduk sipil gugur.

Tapi kudeta itu berhasil digagalkan pasukan TNI. Kegagalan kudeta itu antara lain karena diwarnai desersi anak buah Westerling sendiri. Pemerintah dan militer Belanda sendiri mengaku tidak pernah mendukung kudeta itu. Walaupun demikian, tak bisa disangkal adanya andil dari “oknum” Belanda - siapapun dan apapun namanya, terhadap suksesnya Westerling meloloskan diri ke Belanda.

Sejak peristiwa kudeta gagal itu, Westerling semakin menjadi buruan Indonesia. Namun berkat koneksinya dengan beberapa pejabat militer, akhirnya Westerling dengan menumpang pesawat Catalina berhasil lari ke Singapura. Di negara ini dia sempat ditahan oleh pasukan Inggris selama dua minggu. Namun selanjutnya “Kapten Turk” berhasil lari ke Belgia. Sesudah itu secara diam-diam masuk ke Belanda. Permintaan Indonesia untuk mengekstradisi Westerling tak pernah dikabulkan.

Pemerintah Indonesia tentu saja tahu bahwa tuntutan HAM tidak pernah mengenal batas kadaluarsa. Jika hingga kini tak pernah terdengar adanya tuntutan Indonesia terhadap Belanda terkait masalah ini, mungkinkah karena didasari pertimbangan politis tertentu?

Lolosnya Westerling dari jeratan hukum, menimbulkan pertanyaan yang beberapa lama tidak pernah terjawab. “Mengapa selama itu Westerling bisa lenggang kangkung di balik semua pelanggaran yang sudah dilakukannya? Adakah orang kuat di belakang Westerling? Adakah konspirasi di balik kudeta Westerling? Siapa orang kuat di balik kudeta Westerling? Dari mana Westerling bisa memperoleh senjata? Seberapa besar kekuatan tentara bayaran Westerling hingga bisa membentuk pasukan elit-nya sendiri untuk melakukan kudeta?”.

Latar belakang Westerling ternyata tidak sesederhana yang diduga. Westerling pernah menjadi pengawal pribadi Lord Mountbatten, pernah bekerja untuk dinas rahasia Belanda di London dan akhirnya benang merahnya.....tahun 1944 pernah bekerja sebagai pengawal pribadi Pangeran Bernhard.

Akhirnya teka-teki di balik kejanggalan semua ini terkuak, melalui penelusuran dan penelitian sejarawan Belanda bernama Harry Veenendaal dan wartawan Belanda, Jort Kelder.
Setelah mengadakan penelitian selama 8 tahun, keduanya berhasil mengumpulkan bukti dan dokumen tentang keterlibatan Pangeran Bernhard di balik kudeta Westerling. Rupanya suami Ratu Juliana itu ingin seperti Lord Mountbatten yang pernah menjadi raja di India. Jika kudeta Westerling itu berhasil, menurut bukti-bukti yang ada, disebutkan Pangeran Bernhard ingin menjadi raja di Indonesia. Apakah sang Pangeran ingin mempunyai fungsi penting lain daripada “cuma” sebagai suami ratu?

Temuan di atas berdasarkan kesaksian dari laporan Marsose dan buku harian sekretaris pribadi istana, Gerrie van Maasdijk. Sekretaris ini dulu dipecat setelah konfliknya dengan Pangeran Bernhard. Penemuan itu dirangkum dalam buku berjudul “ZKH”, Zijne Koninkelijke Hoogheid (Paduka Yang Mulia Pangeran). Menurut penyelidikan ternyata Westerling pernah mengadakan kontak rahasia dengan staf Pangeran Bernhard sehubungan dengan kudeta itu.

Penelusuran mengarah ke bukti-bukti adanya bantuan rahasia penyaluran senjata dari pihak Pangeran Bernhard terhadap pasukan Westerling. Bahkan ada temuan yang menunjukkan bahwa sang Pangeran sudah mengantisipasi jika kudeta itu berhasil. Yaitu permintaan bantuan kepada Jendral Douglas Mac Arthur sebagai panglima di pangkalan Pasifik untuk mengirim pasukannya, jika kudeta Westerling sukses dan menimbulkan perang saudara.

Kalau kita harus menentukan pemenang di antara Westerling, Soekarno, Pangeran Bernhard: siapakah setelah perang yang pantas disebut sebagai pemenang? Westerling yang walaupun disebut penjahat perang, tapi sampai mati tidak pernah diseret ke mahkamah militer? Presiden Soekarno yang gagal dikudeta Westerling (tapi berhasil dikudeta “geger 1965”)? Pangeran Bernhard yang terkesan “immun” karena posisinya sebagai suami sang Ratu?

Entahlah. Orang bilang, di dalam perang yang menang jadi abu, kalah jadi arang. Semua ketiga tokoh di atas sudah “Rest in Peace”. Bagi orang-orang di “alam RIP”, soal kalah dan menang tidak lagi penting. Toh kehidupan sudah memberi setiap orang jatah kemenangan dan kekalahannya masing-masing. Kemenangan bagi seseorang, mungkin disebut kekalahan di mata orang lain. Begitu juga sebaliknya.

Yang jelas, cerita sejarah perang mungkin saja bisa jadi cerita menarik. Tapi sayang sekali nyaris tak ada cerita tentang damai di dalamnya.
Share:

Komunitas Cinta Pejuang Indonmesia (KCPI)

Tentang kami

Selamat datang di Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) Salam KCPI... Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) mulai ada sejak ta...

Profil KCPI

Profil Founder KCPI

PENDAFTARAN ANGGOTA

PENDAFTARAN ANGGOTA
Klik Gambar untuk melanjutkan

Video Profil KCPI

Postingan Populer